Jumat, 15 Januari 2016
Efektifitas Komunikasi
Posted by
Unknown,
on
3:47 PM
Pernah agan senang bila kumpul bereng
teman-teman? Tapi juga pernah merasa kurang nyaman, tegang, resah, dan tidak enak? Hal tersebut dikarenakan
adanya efek efektifitas dalam komunikasi pertemuan
Komunikasi interpesonal dinyatakan efektif
bila pertemuan komunikasi merupakan hal yang menyenangkan bagi komunikan.
Bila
agan berkumpul dengan teman-teman agan yang memiliki kesamaan dengan agan, agan
akan cenderung merasa nyaman dan terbuka. Sebaliknya bila agan berkumpul dengan
orang-orang yang agan benci malah akan membuat agan tegang, resah dan gak enak.
Agan cenderung akan menutup dan enggan berkuminukasi alhasil agan akan segera
mengakhiri komunikasi agan.
Emang kenapa? Emang apa salah mereka sehingga
agan tidak mau bergaul dengan mereka?
Hubungan yang baik itu hubungan yang
didasarkan pada saling nyaman gan, bila saling nyaman, memiliki kesamaan dan
krakteristik yang sama maka hubungan interpersonal akan terjalin baik karena
adanya keterbukaan dalam penyampaian dan penerimaan informasi.
Namun hubungan interpersonal akan terganggu
bila dari masing-masing individu memiliki perselisihan atau berbedaan
pemikiran, hal tersebut membuat kita tidak cocok dalam berkomunikasi sehingga
memunculkan rasa yang tidak nyaman.
Solusinya bagaimana?
Solusinya agan belajar membuka diri aja, kata
dosen ane setiap orang pasti punya kesamaan jadi, carilah kesamaan itu dan
jalinlah pertemanan yang baik. Manusia itu mahluk sosial loh gan, jadi
jangan menutup diri dari orang lain belajar berkomuniakasi karena komunikasi
dalam kehidupan bermasyarakat itu penting.
Atraksi Interpersonal
Posted by
Unknown,
on
3:42 PM
Atraksi Interpersonal? Itu sama gak kayak
atraksi-atraksi di sirkus?
Atraksi artinya pertunjukan, interpersonal
artinya hubungan antar individu, jadi atrksi interpersonal adalah pertunjukan
umum mengenai hubungan antar individu?
melenceng jauh gan, jauh banget pemikiran
agan.
Menurut buku yang ane baca tadi pagi kata
atraksi interpersonal itu terdiri dari atraksi yang dari bahasa latin attrahere— ad yang berarti menuju; trahere; menarik. Dan
interpersonal yang artinya hubungan antar individu.
Kata Om Dean C Barlund, ahli komunikasi
interpersonal, yang menuliskan “mengetahui garis-garis atraksi dan penghindaran
dalam sistem sosial artinya mampu meramalkan dari mana pesan akan muncul,
kepada siapa pesan itu akan mengalir, dan lebih-bagaimana pesan itu akan
diterima” (barlund, 1968:71)
Gak mudeng? Nih au jelasin gan
Gini dengan mengetahui siapa tertarik kepada
siapa atau siapa menghindari siapa, kita dapat mengetahui arus komunikasi antar
dua orang tersebut gan, seperti agan yang lagi pedekate sama cewe kost sebelah
maka agan cenderung lebih sering komunikasi dengan cewe itu, entah itu hanya
say hello atau malah godain kalau dia lewat depan agan, atau malah malu-malu
tapi malu-maluin?
Jadi atraksi inter personal merupakan kesukaan
pada orang lain, sikap positif dan daya tarik seseorang.
Karena pentingnya atraksi interpersonal ini
maka kita akan membahas faktor-faktor yang menyebabkan mengapa pesona stimuli
(ketertarikan) menarik kita gan. Disini faktor personal dan situasional
menentukan siapa tertarik dengan siapa.
Yang menyebabkan agan tertarik pada cewe kost
sebelah mungkin karena sifatnya, agan mengagumi kecantikan parasnya yang
menawan. Karena hal tersebut agan seperti merasa ada ketertarikan pada cew
tersebut.
atau mengkin agan tertarik pada cewe tersebut karena agan sedang kesepian, emosional agan lagi terganggu karena baru putus dengan pacar. Hal tersebut dapat memunculkan keterkaitan karena cewe tersebut mendukung agan pas waktu berduka ditinggal pacar sehingga agan beranggapan bahwa cewe tersebut bakal menjadi pengganti mantan
Membuka Diri
Posted by
Unknown,
on
3:39 PM
Membuka diri artinya menerima masukan
pengarahan maupun pengaruh dari luar yang kemudian berdampak pada sikap dan
perilaku kita.
Pengetahuan tentang diri agan akan
meningkatkan komunikasi, dan pada saat yang sama, berkomunikasi dengan teman
agan juga meningkatkan pengetahuan tentang diri agan.
Jadi dengan membuka diri agan, konsep diri
menjadi lebih dekat dengan kenyataan. Bila konsep diri sesuai dengan pengalaman
agan, makan agan akan lebih terbuka untuk menerima pengalaman- pengalaman dan
gagasan-gagasan baru, cenderung menghindari sifat difensif dan lebih cermat
memandang diri kita dan orang lain.
Dalam kehidupan bermasyarakat membuka diri
sangat penting gan, gak mau kan dikira agan itu anak aneh, pendiem tapi gak
ngerti, dikasih masukan malah marah-marah, bersifat difensif, kayak main bola
aja difensif.
Sikap terbuaka dalam masyarakat berarti
membuka diri terhadap kehidupan bermayarakat gan, bagaimana kita mampu menerima
pengalaman dari masyarakat, kemudian agan jadikan sebagai acuan dalam
pengembangan diri sehingga konsep diri agan menjadi lebih baik. Namun juga
diperhatikan pegaulan yang agan ikuti baik atau buruk, karena seperti yang
dijelaskan pada postingan sebelumnya orang lain berpengaruh terhadap konsep
diri yang agan bentuk.
Saran ane si mending bergaul yang jelas-jelas
aja, yang jelas ngasih manfaat, yang jelas mampu memberikan pengalaman baru,
yang jelas norma yang diikuti adalah norma-norma yang baik. Insyaallah gan agan
bakal menjadi pribadi yang diridhoi Allah
Pengaruh Orang Lain terhadap Pembentukan Konsep Diri
Posted by
Unknown,
on
3:35 PM
Setah dijelaskan sedikit mengenai konsep diri
di postingan sebelumnya, ane terkesan dengan kata-kata (sajak) Koesdarini, yang
dalam buku menjelaskan bahwa dipetik dari sebuat seminar ilmu komunikasi di
Unpad. Sajak tersebut seperti menjelasan bagaimana peran orang lain (keluarga)
terhadap tumbuh kembangan dan pembentukan konsep diri bagi anak, sajaknya
seperti ini gan
Children
learn what they live
(by Dorothy Low Notle)
(by Dorothy Low Notle)
If a
child lives with criticims
he learn to condemn
if a child lives with hostility
he learn to fight
if a child live with ridicule
he learn to be shy
if a child live with shame
he learn to feel guilty
if a child live with tolerance
he lesrn to be patient
if a child lives with encouragement
he learn to cofident
if a child lives with praise
he learn to appraciate
if a child lives with fairness
he learn justice
if a child lives with security
he learn to have faith
if a child lives with approval
he learn to like himself
if a child lives with acceptance and friendship
he learn to find love in the world
he learn to condemn
if a child lives with hostility
he learn to fight
if a child live with ridicule
he learn to be shy
if a child live with shame
he learn to feel guilty
if a child live with tolerance
he lesrn to be patient
if a child lives with encouragement
he learn to cofident
if a child lives with praise
he learn to appraciate
if a child lives with fairness
he learn justice
if a child lives with security
he learn to have faith
if a child lives with approval
he learn to like himself
if a child lives with acceptance and friendship
he learn to find love in the world
Terjemahannya kira-kira kayak gini gan
Anak
besar dengan kehidupannya
Jika anak dibesarkan dengan celaan
ia belajar memaki
jika anak dibesarkan dengan pemusuhan
ia belajar berkelahi
jika anak dibesarkan dengan cemoohan
ia belajar rendah diri
jika anak dibesarkan dengan penghinaan
ia belajar menyesali diri
jika anak dibesarkan dengan toleransi
ia belajar menahan diri
jika anak dibesarkan dengan dorongan
ia belajar percaya diri
jika anak dibesarkan dengan pujian
ia akan belajar menghargai
jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan
ia belajar keadilan
jika anak dibesarkan dengan rasa aman
ia belajar menaruh kepercayaan
jika anak dibesarkan dengan dukungan
ia belajar menyenangi dirinya
jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan
ia akan belajar menemukan cinta dalam kehidupan
ia belajar memaki
jika anak dibesarkan dengan pemusuhan
ia belajar berkelahi
jika anak dibesarkan dengan cemoohan
ia belajar rendah diri
jika anak dibesarkan dengan penghinaan
ia belajar menyesali diri
jika anak dibesarkan dengan toleransi
ia belajar menahan diri
jika anak dibesarkan dengan dorongan
ia belajar percaya diri
jika anak dibesarkan dengan pujian
ia akan belajar menghargai
jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan
ia belajar keadilan
jika anak dibesarkan dengan rasa aman
ia belajar menaruh kepercayaan
jika anak dibesarkan dengan dukungan
ia belajar menyenangi dirinya
jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan
ia akan belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Setelah kita simak sajaknya, dapat kita
simpulkan bahwa konsep diri dan pebentukan perilaku seorang anak sangat
dipengaruhi lingkungan (orang lain).
Jadi gan, perilakukan lah orang lain itu
sebaik mungin, karena akan berdampak positif bagi perkembangan diri dan
kepribadiannya.
Konsep Diri
Posted by
Unknown,
on
3:31 PM
Pernakah agan menilai diri agan baik? Atau
sebaliknya agan menilai diri agan buruk?
Pernahkah agan membayangkan diri kalian sebagai orang lain? Dengan mengamati diri agan sendiri, sampailah
agan pada penilaian dari diri agan sendiri. Nah itulah yang disebut konsep diri.
Apa sih konsep diri itu? Opha william D.
Brooks mendefinisikan konsep diri sebagai “those phsycal, sosial and
psychological peceptions of ourselves that we have derived from experiences and
our interaction with others” (1974:40).
Artinya?
Ane sendiri juga belum begitu pinter bahasa
inggris gan tapi kurang lebih artinya kayak gini konsep diri adalah pandangan
dan perasaan kita tentang diri kita. Pandanga atau persepsi tentang diri kita
boleh bersifat psikologi, sosial dan fisis.
Kenapa si gan kita harus punya konsep diri?
Gini gan, seorang hidup dalam masyarakat harus
memiliki penilaian akan diri kita, apakah kita akan menjad pribadi yang baik
atau malah sebaliknya. Konsep diri mempunyai pengaruh yang besar pada pola
komunikasi interpersonal (komunikasi antar individu dan kelompok lain). Jadi
konsep diri digunain agan-agan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sebelum melihat bagaimana pengaruh konsep diri
terhadap perilaku komunikasi interpersonal maka kita akan meneliti lebih dahulu
faktor-faktor yang mempengaruhi pebentkan konsep diri :
Pertama, orang lain
Jadi dalam pembentukan konsep diri yang pertama kali berpengaruh adalah orang lain gan, bagaimana orang lain menilai diri kita, maka itulah kita dalam masyarakat. Seperti contoh ketika seorang yang cedas dalam ilmu pengetahuan, kemudian ia mendapat beasiswa di luar negeri karena kecerdasannya, di area kampus para mahasiswa setempat beranggapan bahwa merkae yang mendapatkann beasiswa untuk kuliah diuniversitas tersebtu adalah mahasiswa-mahasiswa cerdas, padahal tak semua mahasiswa yang mendapatkan beasiswa lebih cedas dari mahasiswa universitas tersebut, sehingga memunculkan penilaian “anak ini cerdas” maka hal tersebut akan dijadikan acuan bagi para mahasiswa yang mendapat beasiswa untuk berkembang lebih baik karena mendapat pengakuan dan penilaian yang baik.
Jadi dalam pembentukan konsep diri yang pertama kali berpengaruh adalah orang lain gan, bagaimana orang lain menilai diri kita, maka itulah kita dalam masyarakat. Seperti contoh ketika seorang yang cedas dalam ilmu pengetahuan, kemudian ia mendapat beasiswa di luar negeri karena kecerdasannya, di area kampus para mahasiswa setempat beranggapan bahwa merkae yang mendapatkann beasiswa untuk kuliah diuniversitas tersebtu adalah mahasiswa-mahasiswa cerdas, padahal tak semua mahasiswa yang mendapatkan beasiswa lebih cedas dari mahasiswa universitas tersebut, sehingga memunculkan penilaian “anak ini cerdas” maka hal tersebut akan dijadikan acuan bagi para mahasiswa yang mendapat beasiswa untuk berkembang lebih baik karena mendapat pengakuan dan penilaian yang baik.
Kedua,
kelompok rujukan
Dalam pergaulan masyarakat agan pasti menjadi bagian dari kelompok seperti RT, Persatuan bulu tangkis, ikatan sajana komunikasi atau organisasi atau kelompok lain, nah dalam kelompok tersebut pastimemiliki norma-norma tertentu. Ada kelompok yang secara emosional mengikat kita dan berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri kita. Nah itulah yang disebut kompok rujukan. Sebagai contoh agan masuk pada organisasi ikatan dokter indonesia, maka agan akan menjadikan norma-norma alam ikatan ini sebagi ukuran perilaku agan, agan juga akan merasa diri agan adalah bagian dari kelompok ini, lengkap dengan seluruh sifat-sifat dokter menurut persepsi agan.
Ginama mengenai konsep diri? Sudah jelas kan, jadi
setiap individu memiliki konsep diri sesuai dengan penilaian diri sendiri dan
penilaian dari orang lain.
Dalam pergaulan masyarakat agan pasti menjadi bagian dari kelompok seperti RT, Persatuan bulu tangkis, ikatan sajana komunikasi atau organisasi atau kelompok lain, nah dalam kelompok tersebut pastimemiliki norma-norma tertentu. Ada kelompok yang secara emosional mengikat kita dan berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri kita. Nah itulah yang disebut kompok rujukan. Sebagai contoh agan masuk pada organisasi ikatan dokter indonesia, maka agan akan menjadikan norma-norma alam ikatan ini sebagi ukuran perilaku agan, agan juga akan merasa diri agan adalah bagian dari kelompok ini, lengkap dengan seluruh sifat-sifat dokter menurut persepsi agan.
Senin, 14 Desember 2015
Konsep Blended Learning
Posted by
Unknown,
on
9:41 PM
Blended learning merupakan pengembangan lebih lanjut dari metode e-Learning, yaitu metode pembelajaran yang menggabungkan antara sistem e-Learning dengan metode konvensional atau tata muka (face-toface).
Konsep Blended Learning merupakan istilah yang baru dan mengikuti perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan manusia, blended learning istilah yang berasal dari bahasa Inggris dan terdiri dari dua suku kata yaitu: blended dan learning. Dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai pembelajaran kombinasi, pembelajaran gabungan, atau pembelajaran bauran, sehingga blended learning dapat dimaknai sebagai gabungan pembelajaran secara tatap muka dengan secara virtual dengan menggunakan aplikasi TIK.
Beberapa ahli
mendefinisikan blended learning sebagai berikut :
1.
Valiathan, Purnima (2002)
“blended
learning is used to describe a solution that combines several different delivery
methods, such as collaboration software, Web-based courses, EPSS (electronic
performance support systems), and knowledge management practices”.
blended learning digunakan untuk menggambarkan solusi
yang menggabungkan beberapa metode
pengiriman yang berbeda, seperti perangkat lunak kolaborasi, program berbasis Web, EPSS
(sistem pendukung kinerja elektronik), dan praktek manajemen pengetahuan.
2. Rooney, (2003)
“Blended
learning is a hybrid learning concept integrating traditional inclass sessions
and e-Learning elements”.
Blended learning adalah sebuah konsep pembelajaran
hybrid mengintegrasikan tradisional di sesi
kelas dan elemen e-Learning.
Semler (2005) mengatakan bahwa : "blended leraning mengombinasikan
aspek terbaik dari pembelajaran online, aktivitas tatap muka terstruktur , dan
praktik dunia nyata. Sistem pembelejaran online, latihan di kelas, dan
pengalaman on-the-job akan memberikan pengalaman berharga bagi diri
mereka. Blended learning menggunakan pendekatan yang memberdayakan berbagai
sumber informasi yang lain".
Berdasarkan ungkapan Semler maka blended learning dapat diaplikasikan kedalam pelaksanaan pembelajaran dengan dua model pembelajaran, yaitu:
Berdasarkan ungkapan Semler maka blended learning dapat diaplikasikan kedalam pelaksanaan pembelajaran dengan dua model pembelajaran, yaitu:
- Peningkatan aktivitas tatap muka (face-to-face), bentuk pertama
ini dilaksanakan dalam model tatap muka akan tetapi terjadi peningkatan
aktivitas belajar dan mengajar oleh guru dan siswa dengan memanfaatkan
jejaring teknologi informasi dan komunikasi, jejaring web, memanfaatkan
e-learning, web online, blog, dan sebagainya.
- Pembelajaran campuran (hybrid learning), memadukan pembelajaran
tatap muka di kelas dengan pembelajaran secara online. Model ini
mengurangi aktivitas tatap muka di kelas sebagai akibat pengurangan
aktivitas tatap muka dialihkan kedalam model pembelajaran secara online
dengan memanfaatkan TIK.
Salah satu hal yang menarik dengan penerapan model pembelajaran
kombinasi (blended learning) adalah tercapainya tujuan pembelajaran secara
efisien dan efektif karena kedua model memiliki keunggulan masing-masing. Model
pembelajaran tatap muka dengan metode konvensional memungkinkan pembelajaran
berlangsung secara interaktif dengan menggunakan berbagai pendekatan, strategi
serta metode pembelajaran sedangkan dengan metode online dapat memberikan
materi secara online tanpa batasan ruang dan waktu, selain itu peserta didik
lebih banyak memperoleh dan mengolah informasi dari berbagai sumber sehingga
hal ini dapat menunjang proses pembelajaran
Refrensi
Madeamin, Ishaq. 2015. Konsep Blanded Learning. Diunduh dari http://www.ishaqmadeamin.com/2015/02/konsep-blended-learning.html.
pada 13 Oktober 2015
Langganan:
Postingan
(
Atom
)









