Blended learning merupakan pengembangan lebih lanjut dari metode e-Learning, yaitu metode pembelajaran yang menggabungkan antara sistem e-Learning dengan metode konvensional atau tata muka (face-toface).
Konsep Blended Learning merupakan istilah yang baru dan mengikuti perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan manusia, blended learning istilah yang berasal dari bahasa Inggris dan terdiri dari dua suku kata yaitu: blended dan learning. Dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai pembelajaran kombinasi, pembelajaran gabungan, atau pembelajaran bauran, sehingga blended learning dapat dimaknai sebagai gabungan pembelajaran secara tatap muka dengan secara virtual dengan menggunakan aplikasi TIK.
Beberapa ahli
mendefinisikan blended learning sebagai berikut :
1.
Valiathan, Purnima (2002)
“blended
learning is used to describe a solution that combines several different delivery
methods, such as collaboration software, Web-based courses, EPSS (electronic
performance support systems), and knowledge management practices”.
blended learning digunakan untuk menggambarkan solusi
yang menggabungkan beberapa metode
pengiriman yang berbeda, seperti perangkat lunak kolaborasi, program berbasis Web, EPSS
(sistem pendukung kinerja elektronik), dan praktek manajemen pengetahuan.
2. Rooney, (2003)
“Blended
learning is a hybrid learning concept integrating traditional inclass sessions
and e-Learning elements”.
Blended learning adalah sebuah konsep pembelajaran
hybrid mengintegrasikan tradisional di sesi
kelas dan elemen e-Learning.
Semler (2005) mengatakan bahwa : "blended leraning mengombinasikan
aspek terbaik dari pembelajaran online, aktivitas tatap muka terstruktur , dan
praktik dunia nyata. Sistem pembelejaran online, latihan di kelas, dan
pengalaman on-the-job akan memberikan pengalaman berharga bagi diri
mereka. Blended learning menggunakan pendekatan yang memberdayakan berbagai
sumber informasi yang lain".
Berdasarkan ungkapan Semler maka blended learning dapat diaplikasikan kedalam pelaksanaan pembelajaran dengan dua model pembelajaran, yaitu:
Berdasarkan ungkapan Semler maka blended learning dapat diaplikasikan kedalam pelaksanaan pembelajaran dengan dua model pembelajaran, yaitu:
- Peningkatan aktivitas tatap muka (face-to-face), bentuk pertama
ini dilaksanakan dalam model tatap muka akan tetapi terjadi peningkatan
aktivitas belajar dan mengajar oleh guru dan siswa dengan memanfaatkan
jejaring teknologi informasi dan komunikasi, jejaring web, memanfaatkan
e-learning, web online, blog, dan sebagainya.
- Pembelajaran campuran (hybrid learning), memadukan pembelajaran
tatap muka di kelas dengan pembelajaran secara online. Model ini
mengurangi aktivitas tatap muka di kelas sebagai akibat pengurangan
aktivitas tatap muka dialihkan kedalam model pembelajaran secara online
dengan memanfaatkan TIK.
Salah satu hal yang menarik dengan penerapan model pembelajaran
kombinasi (blended learning) adalah tercapainya tujuan pembelajaran secara
efisien dan efektif karena kedua model memiliki keunggulan masing-masing. Model
pembelajaran tatap muka dengan metode konvensional memungkinkan pembelajaran
berlangsung secara interaktif dengan menggunakan berbagai pendekatan, strategi
serta metode pembelajaran sedangkan dengan metode online dapat memberikan
materi secara online tanpa batasan ruang dan waktu, selain itu peserta didik
lebih banyak memperoleh dan mengolah informasi dari berbagai sumber sehingga
hal ini dapat menunjang proses pembelajaran
Refrensi
. 2015. Konsep Blanded Learning. Diunduh dari http://www.ishaqmadeamin.com/2015/02/konsep-blended-learning.html.
pada 13 Oktober 2015





Tidak ada komentar :
Posting Komentar