Pernakah agan menilai diri agan baik? Atau
sebaliknya agan menilai diri agan buruk?
Pernahkah agan membayangkan diri kalian sebagai orang lain? Dengan mengamati diri agan sendiri, sampailah
agan pada penilaian dari diri agan sendiri. Nah itulah yang disebut konsep diri.
Apa sih konsep diri itu? Opha william D.
Brooks mendefinisikan konsep diri sebagai “those phsycal, sosial and
psychological peceptions of ourselves that we have derived from experiences and
our interaction with others” (1974:40).
Artinya?
Ane sendiri juga belum begitu pinter bahasa
inggris gan tapi kurang lebih artinya kayak gini konsep diri adalah pandangan
dan perasaan kita tentang diri kita. Pandanga atau persepsi tentang diri kita
boleh bersifat psikologi, sosial dan fisis.
Kenapa si gan kita harus punya konsep diri?
Gini gan, seorang hidup dalam masyarakat harus
memiliki penilaian akan diri kita, apakah kita akan menjad pribadi yang baik
atau malah sebaliknya. Konsep diri mempunyai pengaruh yang besar pada pola
komunikasi interpersonal (komunikasi antar individu dan kelompok lain). Jadi
konsep diri digunain agan-agan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sebelum melihat bagaimana pengaruh konsep diri
terhadap perilaku komunikasi interpersonal maka kita akan meneliti lebih dahulu
faktor-faktor yang mempengaruhi pebentkan konsep diri :
Pertama, orang lain
Jadi dalam pembentukan konsep diri yang pertama kali berpengaruh adalah orang lain gan, bagaimana orang lain menilai diri kita, maka itulah kita dalam masyarakat. Seperti contoh ketika seorang yang cedas dalam ilmu pengetahuan, kemudian ia mendapat beasiswa di luar negeri karena kecerdasannya, di area kampus para mahasiswa setempat beranggapan bahwa merkae yang mendapatkann beasiswa untuk kuliah diuniversitas tersebtu adalah mahasiswa-mahasiswa cerdas, padahal tak semua mahasiswa yang mendapatkan beasiswa lebih cedas dari mahasiswa universitas tersebut, sehingga memunculkan penilaian “anak ini cerdas” maka hal tersebut akan dijadikan acuan bagi para mahasiswa yang mendapat beasiswa untuk berkembang lebih baik karena mendapat pengakuan dan penilaian yang baik.
Jadi dalam pembentukan konsep diri yang pertama kali berpengaruh adalah orang lain gan, bagaimana orang lain menilai diri kita, maka itulah kita dalam masyarakat. Seperti contoh ketika seorang yang cedas dalam ilmu pengetahuan, kemudian ia mendapat beasiswa di luar negeri karena kecerdasannya, di area kampus para mahasiswa setempat beranggapan bahwa merkae yang mendapatkann beasiswa untuk kuliah diuniversitas tersebtu adalah mahasiswa-mahasiswa cerdas, padahal tak semua mahasiswa yang mendapatkan beasiswa lebih cedas dari mahasiswa universitas tersebut, sehingga memunculkan penilaian “anak ini cerdas” maka hal tersebut akan dijadikan acuan bagi para mahasiswa yang mendapat beasiswa untuk berkembang lebih baik karena mendapat pengakuan dan penilaian yang baik.
Kedua,
kelompok rujukan
Dalam pergaulan masyarakat agan pasti menjadi bagian dari kelompok seperti RT, Persatuan bulu tangkis, ikatan sajana komunikasi atau organisasi atau kelompok lain, nah dalam kelompok tersebut pastimemiliki norma-norma tertentu. Ada kelompok yang secara emosional mengikat kita dan berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri kita. Nah itulah yang disebut kompok rujukan. Sebagai contoh agan masuk pada organisasi ikatan dokter indonesia, maka agan akan menjadikan norma-norma alam ikatan ini sebagi ukuran perilaku agan, agan juga akan merasa diri agan adalah bagian dari kelompok ini, lengkap dengan seluruh sifat-sifat dokter menurut persepsi agan.
Ginama mengenai konsep diri? Sudah jelas kan, jadi
setiap individu memiliki konsep diri sesuai dengan penilaian diri sendiri dan
penilaian dari orang lain.
Dalam pergaulan masyarakat agan pasti menjadi bagian dari kelompok seperti RT, Persatuan bulu tangkis, ikatan sajana komunikasi atau organisasi atau kelompok lain, nah dalam kelompok tersebut pastimemiliki norma-norma tertentu. Ada kelompok yang secara emosional mengikat kita dan berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri kita. Nah itulah yang disebut kompok rujukan. Sebagai contoh agan masuk pada organisasi ikatan dokter indonesia, maka agan akan menjadikan norma-norma alam ikatan ini sebagi ukuran perilaku agan, agan juga akan merasa diri agan adalah bagian dari kelompok ini, lengkap dengan seluruh sifat-sifat dokter menurut persepsi agan.





Tidak ada komentar :
Posting Komentar